KUA
Tarogong Kaler Rutin Gelar Bimbingan Perkawinan Setiap Hari Kamis: Wujud Komitmen
Membangun Keluarga Sakinah
Tarogong
Kaler, Garut — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler terus menunjukkan
komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat
melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan ini secara
konsisten dilaksanakan setiap minggu sekali, tepatnya setiap hari Kamis,
di Balai Nikah KUA Tarogong Kaler.
Kegiatan
bimbingan perkawinan ini diperuntukkan bagi calon pengantin yang telah
mendaftarkan pernikahan di wilayah Tarogong Kaler. Mereka diwajibkan mengikuti
proses pembekalan guna mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, baik
secara lahir maupun batin.
Dipandu
oleh para narasumber berpengalaman seperti Bapak H. Nanang Nugraha, S.Sos.
dan Bapak H. Cecep Rohmat, S.Ag., materi yang disampaikan meliputi aspek
agama, psikologi, komunikasi suami-istri, kesehatan reproduksi, serta
pengelolaan konflik rumah tangga. Para peserta tidak hanya diberikan teori,
namun juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melakukan simulasi komunikasi
pasangan.
“Kami
ingin memastikan bahwa setiap calon pengantin yang menikah di wilayah Tarogong
Kaler telah mendapatkan bekal ilmu dan pemahaman yang cukup untuk membangun
keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Bapak H. Cecep Rohmat, S.Ag., selaku
penyuluh agama Islam di KUA Tarogong Kaler.
Menurut
Kepala KUA Tarogong Kaler, Bapak Asep Irpan, S.Ag. kegiatan Bimwin ini
merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama RI dalam rangka
penguatan institusi keluarga dan pencegahan perceraian.
“Bimbingan
ini bukan hanya formalitas, tetapi merupakan bentuk kepedulian kami agar calon
pengantin memahami hak dan kewajiban mereka, serta mampu membangun rumah tangga
yang harmonis, sehat secara fisik dan emosional,” ujarnya.
Selain
itu, para peserta juga diberikan buku panduan Bimbingan Perkawinan yang telah
disusun oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, sebagai bekal
lanjutan yang bisa dipelajari di rumah.
Program
ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta yang mengaku
tercerahkan dan merasa lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga setelah
mengikuti kegiatan ini.
“Awalnya
saya kira ini hanya formalitas sebelum menikah, tapi ternyata sangat
bermanfaat. Kami jadi lebih memahami pentingnya komunikasi, peran suami-istri,
dan cara mengatasi perbedaan pendapat,” ungkap salah satu peserta.
Dengan
adanya kegiatan rutin ini, KUA Tarogong Kaler berharap angka perceraian dapat
ditekan, dan tercipta lebih banyak keluarga tangguh dan harmonis di tengah
masyarakat.
Kegiatan
bimbingan ini terus dibuka setiap minggu bagi calon pengantin yang telah
terjadwal, dengan tetap menerapkan prinsip pelayanan yang ramah,
profesional, dan penuh edukasi. Masyarakat yang hendak menikah pun diimbau
untuk tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga menyiapkan mental
dan spiritual melalui bimbingan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar