Senin, 04 Agustus 2025

KUA Tarogong Kaler Gelar Kajian Rutin Senin: Tafsir Al-Munir Surat Al-Fatihah Perkuat Pemahaman Keagamaan Pegawai

 


KUA Tarogong Kaler Gelar Kajian Rutin Senin: Tafsir Al-Munir Surat Al-Fatihah Perkuat Pemahaman Keagamaan Pegawai

Tarogong Kaler - Senin, 04 Juli 2025

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan bagi seluruh pegawai melalui kegiatan kajian rutin mingguan. Setiap hari Senin pagi, seluruh jajaran KUA, mulai dari kepala kantor, para penghulu, penyuluh agama Islam, hingga tenaga administrasi, berkumpul di aula KUA untuk mendalami tafsir Surat Al-Fatihah dengan merujuk pada kitab Tafsir Al-Munir karya ulama besar Wahbah az-Zuhaili.

Kegiatan kajian ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Tarogong Kaler, H. Asep Irfan, S.Ag, yang secara konsisten memberikan pembahasan mendalam sekaligus motivasi spiritual kepada para pegawai. Dalam sesi kajian, para peserta tidak hanya mendengarkan uraian makna ayat, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi mengenai relevansi nilai-nilai yang terkandung dalam Surat Al-Fatihah terhadap tugas pelayanan masyarakat sehari-hari.

Kajian ini bertujuan untuk memperkuat keimanan sekaligus memperdalam pemahaman para pegawai terhadap pesan Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Fatihah yang menjadi induk dari seluruh ayat dalam Al-Qur’an. Harapannya, dengan pemahaman yang baik, pelayanan kita kepada masyarakat pun semakin berlandaskan nilai-nilai agama yang benar,” ujar H. Asep Irfan dalam pembukaannya.

Menurut beliau, Surat Al-Fatihah memiliki kedudukan istimewa sebagai Ummul Kitab atau induk Al-Qur’an. Nilai-nilai tauhid, doa, dan pengharapan yang terkandung di dalamnya sangat relevan sebagai pedoman sikap aparatur negara, terutama dalam memberikan layanan publik yang ikhlas, adil, dan profesional.

Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari jajaran penyuluh KUA. Salah satunya, Cecep Saepurohman, M.UD, yang menilai bahwa kajian rutin ini menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas spiritual para pegawai.

Kajian tafsir seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk mengingatkan kami semua bahwa setiap tugas pelayanan yang kita lakukan harus bernilai ibadah. Tafsir Al-Munir memberikan pendekatan yang mudah dipahami namun tetap mendalam, sehingga bisa menjadi bekal dalam berdakwah sekaligus melayani masyarakat dengan hati,” tutur Cecep Saepurohman.

Selain memberikan pemahaman keagamaan, kajian rutin ini juga menjadi ajang silaturahmi internal pegawai KUA. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa penyuluh turut menambahkan referensi dari kitab tafsir lain untuk memperkaya pembahasan. Kegiatan ini juga diiringi dengan refleksi dan doa bersama, menambah kekhidmatan suasana kajian.