Rabu, 30 Juli 2025

MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH NURUL HIDAYAH GELAR PEMBUKAAN TAHUN AJARAN 2025–2026 DI TAROGONG KALER



MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH NURUL HIDAYAH GELAR PEMBUKAAN TAHUN AJARAN 2025–2026 DI TAROGONG KALER

Tarogong Kaler, Garut – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Hidayah resmi membuka kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2025–2026 melalui acara pembukaan yang dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di halaman madrasah, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh Bapak Saepuloh Bima selaku perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tarogong Kaler, serta Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Hidayah beserta jajaran dewan guru. Hadir pula tokoh masyarakat, orang tua santri, dan para santri baru yang akan menempuh pendidikan di madrasah tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Hidayah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap tahun ajaran baru dapat berjalan lancar. Ia menegaskan pentingnya pendidikan diniyah sebagai pondasi utama pembentukan karakter Islami sejak usia dini.

Bapak Saepuloh Bima dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada pihak madrasah atas komitmennya dalam mendidik generasi muda:

“Kami dari KUA Tarogong Kaler mendukung penuh keberadaan madrasah diniyah ini. Semoga para santri dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini untuk memperkuat ilmu agama dan akhlak mulia,” ujarnya.

Acara pembukaan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, doa bersama, serta tausiyah singkat mengenai pentingnya ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Hidayah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan berbagai program keagamaan seperti tahsin Al-Qur’an, fiqih, akidah akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam.

Minggu, 20 Juli 2025



Kepala KUA Tarogong Kaler, H. Asep Irfan, S.Ag., Hadiri Sosialisasi Usia Pernikahan Ideal di Desa Rancabango: Upaya Bersama Cegah Pernikahan Dini dan Bangun Keluarga Berkualitas

Tarogong Kaler – Jumat, 18 Juli 2025

Sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi pranikah dan upaya pencegahan pernikahan usia dini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler, Bapak H. Asep Irfan, S.Ag., menghadiri kegiatan Sosialisasi Usia Pernikahan Ideal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Jumat, 18 Juli 2025.

Acara ini diadakan di aula kantor desa dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, para remaja, kader kesehatan, hingga orang tua yang diundang secara khusus oleh panitia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait usia pernikahan ideal dalam perspektif agama, kesehatan, dan hukum, guna membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapan dalam memasuki kehidupan berumah tangga.

Dalam sambutannya, H. Asep Irfan menyampaikan bahwa usia pernikahan ideal bukan hanya menjadi perhatian pemerintah dan lembaga agama, tetapi juga menjadi tanggung jawab sosial bersama. Ia menjelaskan bahwa menikah di usia yang tepat secara fisik, mental, dan ekonomi akan berdampak positif terhadap ketahanan keluarga dan kualitas generasi penerus bangsa.

“Kami di KUA Tarogong Kaler sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Rancabango yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi ini. Pendidikan tentang usia pernikahan ideal harus terus dilakukan, karena masih banyak remaja dan masyarakat yang belum memahami risiko dari pernikahan dini. Menikah itu bukan sekadar sah secara agama, tetapi juga harus siap secara lahir dan batin,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa KUA Tarogong Kaler secara rutin menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) setiap minggu, sebagai upaya pembekalan bagi calon pengantin agar memahami tanggung jawab dan peran masing-masing dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari unsur tenaga kesehatan dan penyuluh agama Islam yang menyampaikan materi mengenai dampak kesehatan reproduksi akibat pernikahan dini, serta pendekatan keagamaan dalam menanamkan nilai tanggung jawab dalam pernikahan.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pemaparan materi, diskusi terbuka, dan sesi tanya jawab. Banyak peserta, khususnya remaja dan orang tua, yang mengajukan pertanyaan seputar batas usia pernikahan, kesiapan mental, dan proses bimbingan perkawinan di KUA.

Kepala Desa Rancabango dalam sambutannya juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan KUA dan instansi terkait dalam mendukung program-program pemberdayaan keluarga dan edukasi pranikah, demi mencegah pernikahan dini serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa.

Acara ditutup dengan doa bersama serta komitmen bersama untuk menjadikan Desa Rancabango sebagai desa yang mendukung pernikahan sehat, aman, dan berkualitas. Kehadiran H. Asep Irfan dalam acara ini menjadi bentuk nyata dari peran aktif KUA dalam membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya pernikahan yang matang dan bertanggung jawab.

Kamis, 17 Juli 2025

 


Penyuluh Agama KUA Tarogong Kaler Hadiri dan Isi Materi MATSAMA
MTs dan MA An Nashr Tarogong Kaler

Tarogong Kaler, Rabu, 16 Juli 2025 — Dalam rangka menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) An Nashr Tarogong Kaler menggelar kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang berlangsung selama beberapa hari. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran dan pemberian materi oleh Bapak Haji Cecep Saepurohman, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler.

MATSAMA merupakan program orientasi yang bertujuan mengenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru, baik dari sisi kurikulum, tata tertib, nilai-nilai keislaman, hingga budaya belajar di madrasah. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dan membentuk karakter sesuai dengan visi dan misi lembaga pendidikan Islam.

Dalam kegiatan yang digelar pada hari Rabu, 16 Juli 2025, H. Cecep Saepurohman hadir sebagai narasumber utama yang membawakan materi tentang Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Akhlak Mulia di Kalangan Pelajar. Dalam penyampaian materinya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menanamkan niat yang lurus dalam menuntut ilmu, menjaga adab terhadap guru dan teman, serta menjadikan madrasah sebagai tempat membentuk diri menjadi pribadi yang saleh, cerdas, dan bertanggung jawab.

"Sebagai generasi muda Islam, kalian adalah harapan umat dan bangsa. Ilmu yang kalian pelajari hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Tapi ingat, ilmu tanpa adab bagaikan pohon tanpa akar. Maka jadikan madrasah ini bukan hanya tempat mencari nilai, tetapi tempat mencari makna,” ujar H. Cecep dengan penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, menjauhi pergaulan bebas, serta memanfaatkan masa remaja dengan hal-hal positif yang bernilai ibadah. Penyampaian beliau yang lugas, komunikatif, dan penuh semangat disambut antusias oleh para peserta didik. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi aktif dalam sesi tanya jawab.

Kepala MTs dan MA An Nashr menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan kontribusi H. Cecep Saepurohman dalam kegiatan MATSAMA tahun ini. Menurutnya, materi yang dibawakan sangat relevan dan bermanfaat untuk membekali siswa baru dalam menempuh pendidikan di madrasah.

"Kami berharap sinergi antara madrasah dengan KUA, khususnya dengan para penyuluh agama, dapat terus ditingkatkan dalam pembinaan karakter siswa. Kehadiran tokoh agama seperti Bapak Haji Cecep sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral sejak dini,” ujar salah satu guru dalam sambutannya.

Acara MATSAMA berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Selain penyampaian materi dari penyuluh agama, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti pengenalan guru dan staf, games edukatif, simulasi kegiatan madrasah, dan pembacaan Al-Qur’an bersama.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal awal yang kuat kepada seluruh siswa baru agar siap mengikuti proses pembelajaran di lingkungan madrasah dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam spiritual dan emosional.

Jumat, 11 Juli 2025

KUA Tarogong Kaler Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

 KUA Tarogong Kaler Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H dan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-79

Tarogong Kaler, Garut Garut – Dalam semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dan memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang ke-79, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler menggelar kegiatan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan pada Kamis pagi (11/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur KUA Tarogong Kaler, mulai dari para penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf KUA.

Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar lingkungan kantor KUA dan area publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menyambut momentum spiritual Tahun Baru Islam.

Kepala KUA Tarogong Kaler, Asep Irpan, S. Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi KUA dalam mendukung program pemerintah, baik dalam aspek religius maupun kepedulian sosial dan lingkungan.

“Tahun Baru Islam adalah momen yang sangat baik untuk melakukan refleksi diri dan memulai langkah-langkah positif. Kegiatan bersih-bersih ini bukan hanya simbolik, tapi juga bagian dari dakwah bil hal, yakni memberi contoh nyata tentang bagaimana Islam sangat mendorong kebersihan dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-79, yang pada tahun ini mengusung semangat kolaborasi dan pembangunan berkelanjutan. Melalui aksi bersih-bersih, KUA Tarogong Kaler ingin menegaskan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya terbatas pada urusan administratif dan spiritual, tetapi juga mencakup nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar dan menjadi contoh yang baik bagi instansi lain dalam menjaga lingkungan sekitar. Dengan semangat hijrah dan kebersamaan, KUA Tarogong Kaler berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan lainnya yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat.


 

KUA Tarogong Kaler Rutin Gelar Bimbingan Perkawinan Setiap Hari Kamis: Wujud Komitmen Membangun Keluarga Sakinah

 

KUA Tarogong Kaler Rutin Gelar Bimbingan Perkawinan Setiap Hari Kamis: Wujud Komitmen Membangun Keluarga Sakinah

Tarogong Kaler, Garut — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tarogong Kaler terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan ini secara konsisten dilaksanakan setiap minggu sekali, tepatnya setiap hari Kamis, di Balai Nikah KUA Tarogong Kaler.

Kegiatan bimbingan perkawinan ini diperuntukkan bagi calon pengantin yang telah mendaftarkan pernikahan di wilayah Tarogong Kaler. Mereka diwajibkan mengikuti proses pembekalan guna mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, baik secara lahir maupun batin.

Dipandu oleh para narasumber berpengalaman seperti Bapak H. Nanang Nugraha, S.Sos. dan Bapak H. Cecep Rohmat, S.Ag., materi yang disampaikan meliputi aspek agama, psikologi, komunikasi suami-istri, kesehatan reproduksi, serta pengelolaan konflik rumah tangga. Para peserta tidak hanya diberikan teori, namun juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melakukan simulasi komunikasi pasangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap calon pengantin yang menikah di wilayah Tarogong Kaler telah mendapatkan bekal ilmu dan pemahaman yang cukup untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Bapak H. Cecep Rohmat, S.Ag., selaku penyuluh agama Islam di KUA Tarogong Kaler.

Menurut Kepala KUA Tarogong Kaler, Bapak Asep Irpan, S.Ag. kegiatan Bimwin ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama RI dalam rangka penguatan institusi keluarga dan pencegahan perceraian.

“Bimbingan ini bukan hanya formalitas, tetapi merupakan bentuk kepedulian kami agar calon pengantin memahami hak dan kewajiban mereka, serta mampu membangun rumah tangga yang harmonis, sehat secara fisik dan emosional,” ujarnya.

Selain itu, para peserta juga diberikan buku panduan Bimbingan Perkawinan yang telah disusun oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, sebagai bekal lanjutan yang bisa dipelajari di rumah.

Program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta yang mengaku tercerahkan dan merasa lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga setelah mengikuti kegiatan ini.

“Awalnya saya kira ini hanya formalitas sebelum menikah, tapi ternyata sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami pentingnya komunikasi, peran suami-istri, dan cara mengatasi perbedaan pendapat,” ungkap salah satu peserta.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, KUA Tarogong Kaler berharap angka perceraian dapat ditekan, dan tercipta lebih banyak keluarga tangguh dan harmonis di tengah masyarakat.

Kegiatan bimbingan ini terus dibuka setiap minggu bagi calon pengantin yang telah terjadwal, dengan tetap menerapkan prinsip pelayanan yang ramah, profesional, dan penuh edukasi. Masyarakat yang hendak menikah pun diimbau untuk tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga menyiapkan mental dan spiritual melalui bimbingan ini.